Selasa, 25 Desember 2012

pemanfaatan kulit durian menjadi briket

Berlanjut dari pemanfaatan kulit durian yang hanya menjadi hiasan perusak mata dan pemandangan, salah satu caranya adalah membuat briket dari kulit durian. Nah upaya ini bisa juga dilakukan selain untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan berupa sampah yang hanya bertumpuk ditempat sampah dan TPA juga usaha ini dapat menghasilkan nilai ekonomis yang lumayan, paling tidak dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kita dalam mengolah sampah kulit durian ini untuk dijadikan Briket.

Briket yang sering dibuat banyak orang adalah briket batubara, nah dari pencarian di mbah Google dan referensi lainnya juga telah banyak dilakukan pembuatan briket dari sisa sisa sampah atau bahan organik yang masih dapat diolah menjadi briket ini. Begitu pun dengan pembuatan briket durian ini, sudah ada beberapa orang yang telah membuatnya, namun postingan ini mencoba memberikan masukan atau saran ataupun sedikit himbauan agar kita dapat menjaga lingkungan kita ini dengan baik paling tidak juga menyumbang sedikit saran untuk mengatasi sedikit dampak lingkungan yang terjadi akibat tumpukan durian yang setiap musimnya selalu bergunung-gunung dipasar dan pinggir jalan khususnya di Bengkulu. Setidaknya dengan kita memanfaatkan sampah kulit durian tersebut kita dapat membantu mengurangi sampah, juga dapat menghemat energi BBM, serta menghasilkan nilai ekonomis dalam pengolahannya.

Adapun cara membuat briket dengan bahan dasar kulit durian adalah sebagai berikut :

1. Peralatan

Pisau / pemotong untuk mencacah/mencincang kulit durian
Drum bekas untuk tempat pembakaran
Saringan atau ayakan
Pengaduk
Tumbukan
Cetakan
Baskom untuk pengacian
Seng untuk penjemuran

2. Bahan

Kulit durian
Ranting atau jerami
Tepung kanji (sagu)
Air

3. Langkah Kerja

Kulit durian sebelumnya dipotong potong atau dicacah-cacah hingga agak kecil ukurannya dengan tujuan agar pembakaran nanti lebih cepat.
Apabila sudah dicacah atau dicincang lalu dijemur dipanas matahari dengan alas seng agar proses pengeringan lebih cepat
Selanjutnya siapkan drum tadi cari tempat yang sedikit lapang, masukkan ranting atau jerami terlebih dahulu disusul dengan kulit durian yang telah dijemur tadi lalu disusul lagi dengan jerami atau ranting tetapi tumpukannya jangan terlalu tebal, bakar tumpukan jerami dan durian tersebut, tutup dengan penutup denga sedikit lubang diujungnya agar pembakaran merata dan ketika sudah tidak ada asap yang keluar dari lubang tutup tersebut buka lalu diaduk aduk dan pastikan telah menjadi arang, proses pembakarannya jangan terlalu lama.
Angkat dan pisahkan hasil pembakaran tadi, saring dan pisahkan yang telah menjadi arang, kemudian ditumbuk agar menjadi halus dan diayak atau disaring untuk mendapatkan bubuk arang yang merata besarnya.
Langkah selanjutnya adalah masukkan kedalam baskom, ambil sedikit tepung kanji (jangan terlalu banyak cukup 15% saja) tepung ini difungsikan sebagai perekat, lalu aduk-aduk hingga merata, nah baru setelah itu masukkan air sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk (air yang dikasih cukup 10% saja) aduk hingga adonan benar-benar merata (kaya buat kue donat,hehe)
Ambil cetakan atau jika tidak ada cetakan bisa gunakan tangan untuk mencetaknya, caranya untuk yang cetakan tinggal masukkan saja adonan tadi agak sedikit dipadatkan dalam cetakkannya, nah untuk yang memakai tangan cukup dengan cara mengepal-ngepalnya sesuai dengan bentuk yang diinginkan (bulat, lonjong,petak,dll) asal sedikit padat dan rapat dan lebih enak lagi apabila nikmat dipadang,hehe.
Adonan yang sudah dicetak dijemur diterik matahari dengan alas seng, dijemur selama 1/2 hari tergantung dengan cuaca yang mendukung, yang jelas hingga benar-benar kering.
Setelah kering langkah yang terakhir adalah angkat dan disimpan didalam tempat yang tidak lembab.

Tidak ada komentar: